Termasuk Tempat Tinggal Mantan Wali Kota, Ini 8 Kampung Kumuh di Kota Solo

SuaraJawaTengah.id – Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Kota Solo mencatat setidaknya ada 8 kampung yang masuk dalam kategori kumuh.

Uniknya, salah satu kampung itu adalah Pucangsawit yang juga kawasan tempat tinggal mantan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperum KPP) Kota Solo, Taufan Basuki Supardi, mengatakan hingga akhir 2020 luasan kawasan kumuh tersisa 135,971 hektare.

Salah satu kawasan yang mengalami penataan adalah lahan HP001 di Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon bakal mengurangi luasan kawasan kumuh di Kota Bengawan hingga 30-an hektare pada 2021 dan 2022.

Taufan mengatakan total kawasan kumuh pada 2016 di Solo mencapai 359,55 hektare yang terus diintervensi dengan sejumlah program pusat dan daerah.

Perkembangannya dari 2016 ke 2017 yang tertangani 31,23 hektare, atau 8,7 persen, kemudian 2018 realisasi penanganan kawasan kumuh 122,48 hektare atau 34,1 persen.

Berikut daftar delapan kawasan kumuh Kota Solo hingga akhir 2020 seperti diwartakan Solopos.com–jaringan Suara.com.

1. Kawasan Semanggi
– Kedunglumbu (Pasar Kliwon)
– Mojo (Pasar Kliwon)
– Sangkrah (Pasar Kliwon)
– Semanggi (Pasar Kliwon)

2. Kawasan Danukusuman
– Danukusuman (Serengan)
– Joyotakan (Serengan)
– Pasar Kliwon (Pasar Kliwon)

3. Kawasan Pucangsawit
– Jebres (Jebres)
– Pucangsawit (Jebres)

4. Kawasan Tegalharjo
– Gandekan (Jebres)
– Purwodiningratan (Jebres)
– Sewu (Jebres)
– Tegalharjo (Jebres)

5. Kawasan Kratonan
– Bumi (Laweyan)
– Kemlayan (Serengan)
– Kratonan (Serengan)
– Panularan (Laweyan)
– Sriwedari (Laweyan)
– Tipes (Serengan)

6. Kawasan Timuran
– Kestalan (Banjarsari)
– Setabelan (Banjarsari)
– Timuran (Banjarsari)

7. Kawasan Mojosongo
– Banyuanyar (Banjarsari)
– Gilingan (Banjarsari)
– Mojosongo (Jebres)
– Nusukan (Banjarsari)

8. Kawasan Pajang
– Jajar (Laweyan)
– Kerten (Laweyan)
– Pajang (Laweyan)

Leave a Comment